Kamis, 22 November 2012

JALAN TOL KE MEDAN JIHAD…!!!


JALAN TOL KE MEDAN JIHAD…!!!
Assalamualaikum…

Jujur saja saya sangat merasa tidak nyaman dengan adanya
sebagian orang yang ‘ngawur’, bereaksi secara sembarangan dan
bereaksi buta. Mereka menginginkan jalan menuju bumi jihad begitu
saja sembari mengatakan : Daripada saya duduk-duduk lebih baik
saya dipenjara!!

Duh…kalau saja mereka tahu bagaimana ditangkap dan apa isi
penjara. Dan mengerti apa itu penyiksaan dan cobaan yang membuat
seseorang murtad dan berkhianat, padahal sebelumnya ia seorang ahli
tauhid yang mujahid (kecuali orang-orang yang mengisi hatinya
dengan iman dan yakin, serta mengisi fikirannya dengan ilmu syar‘î).

Orang-orang ngawur dan malang itu tidak menyadari bahwa
orang-orang yang berguguran di penjara dan terkena fitnah agamanya
–kita berlindung kepada Alloh—dulunya adalah ikhwan-ikhwan yang
punya peran besar dalam jihad serta memiliki amalan-amalan yang
tak bisa diremehkan. Hanya saja, penjara memang ujian besar, demi
Alloh.

Oleh karena itu, saya ingin menyajikan di hadapan antum jalan
menuju jihad, di mana tidak ada jalan lagi selainnya.

Akhi tercinta…
Jika memang dirimu jujur, ambillah nasehatku dan praktekkan
apa yang ada di dalam suratku ini. Semoga Alloh selalu membimbing
diriku dan dirimu. Berikut ini teks dari dua surat yang saya kirim
kepada salah seorang ikhwan, di dalamnya saya jelaskan jalan tersebut.
Surat pertama berjudul : “Saya menganggap dirimu termasuk
orang yang jujur…jika memang benar kamu ingin berangkat
berjihad di jalan Alloh, silahkan masuk!”.

Saya menulis surat ini kepada salah seorang ikhwah setelah
sebelumnya ia bertanya tentang jalan menuju jihad secara umum.
Berikut petikan suratnya selengkapnya :

“Assalamualaikum wa rohmatulloh wa barokatuh…
Akhi tercinta, si fulan al-fulani..
Ketahuilah, sebuah kebahagiaan tak terkira ketika dirimu berhasil
mendapatkan jalan (menuju medan jihad) setelah sekian lama bersusah payah
dan berlelah-lelah. Dan itu adalah karunia yang hanya Alloh berikan kepada
siapa yang Dia kehendaki.

Akhi...., jalan untuk menjalin hubungan dengan mujahidin tidaklah sulit
jika hanya melalui internet. Sebab ratusan ikhwan mujahidin yang jujur
tengah ‘standby’ dan rata-rata mereka mengerti jalur-jalur ke medan jihad.

Alloh telah mentakdirkanmu menjalin hubungan denganku, dan sungguh
sebuah kehormatan ketika aku memberitahu dirimu tentang jalan menuju
jihad. Saya paling senang menerima pekerjaan ini. Bagaimana tidak,
sedangkan orang yang menyiapkan bekal orang yang berperang pahalanya
sama dengan yang berperang?!

Oleh karena itu, akhi, urusan ini serius dan bukan main-main. Dan
sebagai saudara yang mencintaimu, kuminta dirimu membaca suratku ini
perhuruf, baca secara detail, karena surat ini sangat-sangat penting.

Jalan itu, wahai akhi yang sedang terlelap, adalah kamu tinggalkan kasur
empuk lalu tidur di atas tikar!!!

Jalan itu, wahai akhi yang bodoh (maafkan aku), adalah kamu belajar dan
mencari ilmu!!!

Jalan itu, wahai akhi yang sembron...
adalah kamu bertakwa kepada Alloh dan
mengambil pelajaran dari orang lain!!!

Jalan itu, wahai akhi yang banyak dosa...
adalah kamu bertaubat dari dosamu
dan memperbaiki hubungan antara dirimu dengan Alloh!!! 

Jalan itu, wahai akhi yang pemalas... 
adalah kamu shalat malam setiap hari dan puasa senin
kamis. Bahkan kalau bisa sehari puasa sehari tidak!!! 

Jalan itu, wahai akhi yang duduk-duduk.....
adalah kamu melakukan persiapan, kamu siapkan
fisikmu, kamu siapkan keimanan-keimananmu, kamu siapkan amalmu,
keahlianmu dan kemampuanmu!!!Jalan itu,

wahai akhi yang putus asa... 
adalah kamu yakin kepada Alloh dan
berprasangka baik kepada-Nya!!!

Mau saya tambah?!!
jika kamu sudah menjalankan apa yang baru saja kuberitahukan, maka
aku bersumpah dengan nama Alloh Ta‘ala, kamu akan mendapatkan jalan itu
dengan mudah…

Maafkan aku jika aku bertutur kata sedikit kasar kepadamu, tapi
bagaimana kamu ini…apakah akan kau biarkan dirimu terjerumus ke dalam
kebinasaan dan kau lempar begitu saja dirimu kepada anjing-anjing yang
sudah menunggu supaya mereka memangsamu sedikit demi sedikit? 

Apakah kamu kira dengan begitu kamu bisa syahid? Memang hanya Alloh yang lebih
tahu tentang dirimu, dan aku tidak akan lancang di hadapan Alloh. Akan
tetapi, kamu tidak akan syahid hanya dengan sikap ngawur buta, bahkan
dirimu putus asa, tidak percaya kepada Alloh dengan sebenar-benarnya, lalu
kau lempar nyawamu yang mahal dengan murah supaya ditangkap?

Kau kira penjara itu mudah???!

Tidak, demi Alloh, penjara bukanlah sesuatu yang ringan!
Demi Alloh, penjara adalah fitnah. Demi Alloh, penjara adalah malam malam panjang dalam siksa.
Demi Alloh, penjara isinya berbalik dari jalan kebenaran.
Demi Alloh, penjara berisi pengkhianatan dan diperalat musuh.
Demi Alloh, penjara adalah mengakui kawan-kawanmu dan membongkar catatan mereka.
Demi Alloh, penjara isinya ketakutan dan kepedihan tak terkira.

Jika dirimu tak sanggup sabar duduk di rumahmu sebagai orang mulia,
demi Alloh kamu tak akan sanggup bersabar menghadapi ujian penjara,
kecuali jika Alloh berkehendak!!!

Ada apa dengan dirimu, akhi?!
Dulu aku juga pernah seperti kamu. Aku dulu berkata : Aku bersumpah
dengan nama Alloh, aku ditangkap itu lebih baik daripada aku hidup dalam
kehinaan seperti ini.
Tapi aku ngawur dan percaya begitu saja terhadap ‘ikhwan’ di dunia
maya. Untung saja Alloh selamatkan aku. Mereka adalah orang-orang
terpercaya, tapi tetap saja mereka tak bisa memberangkatkan diriku. 

Tahukah kamu mengapa?
Karena jalan ini adalah jalan ceceran daging, darah,
penangkapan, penyiksaan..
Jika kamu belum siap memasukinya, tidak usah menapakkan langkah
pertama.
Ya akhi, bagaimana bisa kamu percaya dengan orang di dunia maya?
Karena tulisan-tulisannya? Atau karena ucapan-ucapan manisnya?
-------
######
Sebagian isi surat dihapus karena alasan-alasan pribadi
-------
Oleh karena itu, akhi, takutlah kepada Alloh akan dirimu. Jauhilah
internet dan jalur apapun yang melaluinya, walau dari admin sekalipun.
Saya akan mengirim surat kepadamu tentang sebab-sebab utama yang jika
kamu pelihara baik-baik kamu akan berangkat. Saya jamin kamu akan
berangkat dengan izin Alloh. Saya akan mengirimnya pada surat berikutnya,
Insya Alloh.
Abangmu yang setia dan sayang kepadamu : Abu Mush‘ab.

Kuharap kamu bisa menerima kata-kataku. Sungguh aku tidak
menulisnya melainkan karena aku cinta dan sayang kepadamu. Jangan lupa
doakan aku.

Wassalamualaiku wa rohmatulloh wa barokatuhu.”

Adapun surat kedua, judulnya : “Dari sini jalan itu, insya
Alloh…!” saya mengirim kepada ikhwan yang lain. 
Berikut teksnya:

“Akhi…
Pertama-tama, kamu tahu sendiri betapa sulitnya berurusan melalui
internet.
Kepada semua ikhwanku, ambillah kata-kataku ini. Jika kamu mau,
laksanakanlah, dan kamu akan beruntung. Jika kamu tidak mau, maka kukira
kamu tidak akan pernah bisa berangkat kecuali jika Alloh berkehendak.

Akhi…Semua kata yang akan kutulis ini kupelajari dari
kesusahpayahan dan kelelahan, melewati proses pengejaran dan pemantauan
(musuh), melalui malam-malam kehinaan yang kualami karena aku dudukduduk
saja (tidak berjihad), melalui tahun-tahun panjang di penjara, di sel-sel
toghut Saudi.

Dulu kata-kata ini pernah diucapkan oleh salah seorang ikhwanku
kepadaku. Namun aku baru faham maksudnya setelah aku mengalaminya
langsung. Oleh karena itu, jadilah orang yang lebih cerdas dan lebih jujur
daripada aku. Jangan sampai kamu tersandung batu yang sama dengan yang
kusandung.

Akhi…
Rumus pertama dan rumus utama, tanpa rumus ini kamu tidak akan
berangkat, apapun yang kamu lakukan…
..adalah: yakin kepada Alloh. Hendaknya kamu yakin bahwa Alloh sajalah
yang Maha Kuasa memberangkatkanmu.

Sekiranya kamu kelilingi seluruh penjuru dunia agar kamu bisa berangkat,
kamu tidak akan berangkat kecuali kamu sadar bahwa yang
memberangkatkanmu hanya Alloh Ta‘ala.
Kebetulan di sini ingin saya sampaikan, rumus ini termasuk rumus
paling indah, paling pasti dan paling menyenangkan. Sebab ketika kamu
bermunajat dengan Robbmu di tengah malam, sementara air mata mengalir
di pipimu, sesungguhnya kamu tengah bermunajat dengan Kekasihmu yang
tidak akan mentelantarkanmu. 

Kamu bermunajat dengan Dzat Yang Maha Agung 
yang tidak akan menyia-nyiakanmu. Kamu bermunajat dengan Dzat
yang selama ini selalu memberimu kebaikan dan bersabar atas maksiat yang
kamu lakukan!

Maka lihatlah kontak hubungan antara hamba dan Robbnya ini, yang
lidah tak sanggup mensifatinya.
Satu lagi yang harus kamu perhatikan: berbaik sangkalah kepada Alloh,
bersikaplah ridho kepada-Nya, dan bertaubatlah dengan taubat yang sebenarbenarnya.

Rumus yang kedua… tidak ada yang berangkat selain orang yang hati
dan perbuatannya jujur. Jika hatimu jujur dan ikhlas karena Alloh saja, tentu
kamu akan membuktikannya dengan kejujuran perbuatanmu. Caranya
dengan melakukan i‘dad dan berusaha mencari penunjuk jalan (guide)
terpercaya. Oleh karena itu, buatlah program i‘dad, akhi tercinta. 

Berbuat dan ber-i‘dadlah seolah-olah kamu berangkat besok! Jadikan majalah “Al-Battar”
sebagai panduan, ikuti program-program olahraga yang ada di situ. Dan
ingat, bulatkan tekad. Bulatkan tekad, hai singa! Kemudian, hendaknya kamu
penuhi hal-hal mendesak sekali yang saya ringkaskan di bawah ini:
-Baca kitab Al-Umdah fi i‘dadil ‘uddah.
-Baca kitab Tanbiihur Roohil ilaa maa yuhtaaju minal masaa’il.
-Kitab Millah Ibrohim (mungkin sebenarnya kamu sudah membacanya
sejak lama).
-Kitab Dakwah Muqowamah Al-Islamiyah Al-‘Aalamiyah, tulisan Abu
Mush‘ab As-Suuri.

Tentu saja kamu tidak dituntut membaca semuanya secara langsung.
Tapi pertama-tama bacalah Al-Umdah bersamaan dengan Millah Ibrahim.
Jika sudah selesai, baca Tanbiihur Rohil + Dakwah Muqowamah Aalamiyah
(buku Dakwah Muqowamah ini tebal sekali, yang pengting harus ada yang
kamu ambil darinya walaupun sedikit).

NB: Membacanya tidak perlu lembar demi lembar, tapi cukup dengan
mengkaji ringkasan-ringkasannya.

Rumus ketiga adalah: masalah-masalah keimanan. Apa itu? Sekali lagi
apa itu masalah-masalah keimanan?
Sungguh, sekiranya para ‘qo‘iduun’ mengerti masalah-masalah iman itu pasti
mereka akan mencengkeramnya dengan gigi-gigi mereka dan meninggalkan
forum-forum internet yang kami serukan kepada mereka agar mereka
mengetahuinya.

Dan perlu diketahui, orang yang paling cepat berhijrah adalah yang paling
sungguh-sungguh memenuhi masalah-masalah iman ini.
Dan ini terserah kepada kamu. Kalau kamu mau berangkat sepekan lagi,
tergantung kamu dan tekadmu. Kalau kamu mau berangkat setahun lagi,
tergantung kamu dan tekadmu. Akan tetapi, demi Alloh, masalah-masalah
iman ini mampu membalikkan semua keadaan, kepala bisa jadi kaki, kaki bisa
jadi kepala. Dan sekali lagi seperti yang saya katakan, ini semua tergantung
kamu.

Namun demikian, saya ketengahkan kepadamu hal-hal yang paling
penting:
-Senantiasa sholat Subuh di mesjid (ada baiknya membuat program
olahraga setiap selesai sholat Subuh).
-Menjalankan shoum. Konon Syaikh Abu Anas Asy-Syaami –semoga
Alloh menerima beliau sebagai syuhada— puasa dua pekan penuh sebelum
berangkat (ke Irak, penerj.)
-Sholat malam (ini adalah kunci rahasia keberangkatan), walaupun
hanya satu rekaat, di sepertiga malam terakhir.
-Setiap hari membaca Al-Quran, menghafal dan mengulang (walaupun
sedikit).
-Dan amalan-amalan lain yang Alloh bukakan untukmu.

Adapun rumus keempat adalah: berusaha mencari guide yang bisa
dipercaya. Ini tergantung sejauh mana semangatmu menjalankan masalahmasalah
iman di atas dan dalam ber-i‘dad. Jika Alloh melihat pada dirimu ada
kejujuran, tekad yang kuat dan pengorbanan, maka kita tinggal menunggu
hari saja. Percayalah! Tak lama setelah itu, demi Alloh.

Kemudian hendaknya kamu berusaha dengan penuh waspada dan cerdas.
Apalagi para ikhwan di masa-masa sekarang ini kewaspadaannya sepuluh kali
lipat daripada dulu (maksud saya dulu adalah satu atau dua tahun yang lalu).
Mereka punya patokan-patokan baku dari para mujahidin, supaya yang
dikirim benar-benar orang yang tsiqoh dan lurus.
Kemudian, di sana ada batas minimal dari i‘dab fisik dan i‘dad ilmu (ilmu
syar‘i). Apa yang saya jelaskan kepadamu tadi adalah batas minimal, dan itu
sudah cukup Insya Alloh.

Sekarang cobalah mencari guide (setelah berdoa kepada Alloh dan
beristikhoroh). Pencarian ini tidak sulit tidak juga gampang, namun itulah
permulaan kemudahan yang Alloh berikan kepadamu. Selanjutnya, kamu
harus sabar, terus mencari dan waspada.
Bekerjalah bersama orang-orang yang kamu percaya mengenai urusan
keberangkatan. Kamu tidak tahu, mungkin saja ikhwan yang menjadi guide
itu bertetangga denganmu, atau berada di kota lain.
Urusan ini mudah insya Alloh, hanya saja perlu dicari dan butuh
kepercayaan penuh.”
===
Sebagai penutup, saya mengingatkanmu dengan firman Alloh
Ta‘ala:

“Dan seandainya benar mereka hendak berangkat berperang, tentu
mereka menyiapkan persiapan…” (QS. At-Taubah: 46).

Saya wasiatkan kepadamu: perkuatlah tekadmu. Perkuatlah
tekadmu!
Demi Alloh, kamu tidak tahu, siapa tahu kamu lebih jujur kepada
Alloh daripada aku sehingga kamu bisa berangkat duluan. Tetapi
yang paling penting, bulatkan tekadmu dan cobalah membuat limit
waktu tertentu, seperti dua pekan, sebulan atau dua bulan, setelah itu
bekerjalah seolah-olah kamu benar-benar akan berangkat setelah
waktu tersebut habis. 

Jika Alloh melihat ada kejujuran dan tekad kuat
pada dirimu, Alloh akan mengkaruniakan kebaikan yang kamu citacitakan.
Lunasilah hutang-hutangmu, perbaikilah pergaulanmu terhadap
kerabat dan teman-temanmu. Berusahalah lebih banyak diam
daripada bicara. Ambil langkah pengamanan paling maksimal, dan
bacalah buku Mausuu‘ah Amniyyah Abu Zubaidah.

Bersikaplah terhadap dunia seolah-olah kamu akan
meninggalkannya besok atau sebelum besok.
Aku pun tak tahu, mungkin kamu sudah mendahuluiku dan kamu
hanya mengirim salam kepadaku sementara aku masih di sini karena
dosa-dosaku. Jangan bilang “Aku tidak tahu penunjuk jalan” lagi
kepadaku, karena aku sudah memberitahumu cara untuk sampai
kepada salah satu dari penunjuk jalan tersebut. 

Dan di sana ada ikhwan-ikhwan yang jika kamu ajak bersaing (dulu-duluan) ia berkata
kepadamu: “Jika aku tak kunjung mendapatkan penunjuk jalan dalam
waktu sekian dan sekian, aku akan menempuhnya dengan berjalan
kaki.”
Walaupun contoh ini kusampaikan sekedar selingan saja.
Tapi yang jelas semangat saja sekarang tidak berguna. Jika benar
dia (si orang malang itu) berjalan kaki, mujahidin pasti tidak mau
menerimanya, sebab ia tak terrekomendasi. Itupun kalau memang dia
benar-benar bisa sampai!

Kepada semua ikhwan, inilah jalan itu, ia ada di hadapanmu,
sekarang terserah dirimu, tekadmu dan kejujuranmu kepada Alloh.
Saya pesankan kepadamu perkara-perkara penting:

-Pertama, tinggalkan orang yang menggantikan pekerjaanmu
ketika kamu pergi.
Artinya, bentuklah sel yang terdiri dari lima orang saja, bangkitkan
semangat sebagian mereka dan kobarkan semangat para pemuda.
Sehingga ketika kamu berangkat, masing-masing dari kelimanya
merasa seperti kehilangan anak, setelah itu mereka terpicu
semangatnya, mengadakan persiapan, dan setelah itu berangkat.

-Kumpulkan uang sebanyak mungkin yang kamu bisa. Karena
ikhwan-ikhwan sangat memerlukan dana, dan jangan lupa selalu
menjaga sekuriti dan kewaspadaan.

-Angkat wakilmu di forum (internet) ketika kamu berangkat.

-Permudahlah urusanmu dengan sirriyah dan kitman yang ketat.

Dan terakhir, jangan lupa doakan aku di sepertiga malam
terakhir.

Sumber: forum al-ekhlas
Penerjemah >> Khadimul Jihad >> Staff Al-Tawbah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar